Senin, 24 Juli 2017

Insecure

Cantik.

Entah sejak kapan aku mulai membenci kata-kata itu.
Setiap kali orang-orang terdekat memuji diriku cantik, dalam hati aku berpikir "Apakah mereka memuji diriku atau cuma berbasa basi saja?"
Entah kapan dan entah mengapa aku mulai merasa jijik pada diri sendiri.
Setiap kali aku melihat bayangan diriku di cermin ingin sekali ku pecahkan cermin itu hingga hancur berkeping-keping.
Aku bosan mendengar pertanyaan-pertanyaan dan sindiran soal aku yang buta fashion dan tidak pernah memakai make up.
Aku bosan mendengar "baju ini tidak cocok untukmu" dan "beli kemeja hitam buat apa? buat layat?"
Dan karena itu lah, aku mulai jijik sejijik-jijiknya setiap kali melihat baju dan make up.
Aku tahu kalian pasti ingin bilang, "dasar nggak bersyukur", "sensi banget sih" dan lain-lain.
Tapi mau bagaimana lagi?

If beauty is a pain, I would rather to die as an ugly child monster. KTHXBYE.




Jumat, 14 Juli 2017

Suatu obrolan di Line Play...

(Cerita ini adalah cerita yang berdasarkan kisah nyata dengan berbagai pengubahan di sana-sini)

Jadi gini, gw diundang ke room party di game social-fashion-simulation bernama LINE PLAY oleh player buleBiasalah, selesaikan quest berhadiah duit (walau gak beneran juga) *pose make money*

PB (Player Bule): Hi.
GW: Hi.
PB: How are you?
GW: *menghela nafas di dunia nyata* Fine, and you?
PB: Not really, I’m kinda bored with this game.
GW: *confused emoji* huh? Why?
PB: Because, Line Play is getting boring.
GW: Hmmm...but at least the clothes are better than the real life ones, right?
PB: Oooh, I see. BTW, I think I should log off now. My mom is calling me. Bye!
Gw: Bye.

Dan room party itu berakhir begitu saja. Yup, begitu saja. 


(Sebenarnya postingan blog gaje ini pernah gak sengaja keposting pas masih belum lengkap-lengkapnya. maklum gblk hhe).